trek min

Sehari Tour Birdwatching di Klabili, Tambrauw Papua Barat Daya

Untuk kesekian kali saya membawa dua orang tamu lagi ke Kampung Klabili Kabupaten Tambrauw, mereka adalah pebisnis dan juga jurnalis dari media ternama di Cape Town, Afrika Selatan. setelah 9 hari melakukan penyelaman di Raja Ampat mereka menghubungi saya agar ingin berkunjung ke Kampung Klabili, melakukan treking hutan hujan sambil ingin melihat burung surga asli Papua yang dikenal dengan cendrawasih. Di Klabili terdapat empat jenis cendrawasih yaitu Cendrawasih Raja, Cendrawasih Dua Belas Kawat, Cendrawasih Senapan Luar Biasa dan Cendrawasih Kecil , saya merekomendasikan Klabili kepada mereka karena Klabili memiliki jalur trekking yang sangat mudah (Flat).

Keberangkatan

Makan siang di Baronda Guest House Sorong usai pukul satu, lalu bergegas melakukan perjalanan menuju Kampung Klabili di Kabupaten Tambrauw selama selama dua jam. Monique dan Luci sangat antusias; tidak sabar agar segera tiba di Klabili, selama perjalanan kami banyak bercerita tentang potensi alam di tanah Papua khususnya Sorong dan Tambrauw, mendengarkan music dengan riang juga banyak tertawa dengan kisah lucu mereka selama sembilan hari melakukan penyelaman di Raja Ampat dengan liveaboard.

Kedatangan di Kampung Klabili

Selama dua jam perjalanan kami pun tiba di Kampung Klabili Kabupaten Tambrauw, Yoram (Local guide sekaligus pemilik homestay) menyiapkan segala ketersediaan untuk keperluan amenitas yang sederhana namun sangat nyaman. Satu jam kami menunggu semuanya siap, lalu menarik masuk ke dalam hutan hujan untuk menemukan cendrawasih raja atau Raja burung cendrawasih, dari homestay berjalan kaki ke lokasi Raja burung cendrawasih hanya membutuhkan waktu satu jam dengan ritme yang sangat santai.

Selang beberapa menit Yoram dan Yosias memanggil kami untuk melihat Cendrawasih Raja yang mereka temukan, ini sangat mudah tidak butuh waktu lama menunggu  ucap Monique dan Lucie, ini pertama kali mereka melihat cendrawasih raja. Setengah jam kami mengamati cendrawasih raja, hari mulai gelap dan kami bergegas kembali ke homestay.

Jelajah hutan di Malam Hari

Setelah makan malam Monique dan Lucie meminta kepada kami untuk mengantar mereka melakukan jelajah hutan di malam hari, dan menemukan apa yang bisa ditemukan seperti kodok, burung dan serangga, kecuali ular; mereka sangat takut. Kami menjelajah hutan di malam hari selama dua jam dan kembali ke homestay untuk beristirahat, dalam melakukan jelajah hutan itu kami berhasil menemukan beberapa serangga, kodok, dragon lizert, dan Azure Kingfisher.

Belum Sesuai Harapan

Sesuai dengan rencana yang disepakati, kami harus bangun lebih awal di dini hari untuk berburu Burung Cendrawasih Dua Belas Kawat. Kendati demikian rencana Tuhan berkata lain, dini hari diguyur hujan deras membuat saya dan Yoram Cemas, Burung cendrawasih dua belas kawat akan sulit ditemukan pasca hujan, burung surga ini sangat sensitif dengan hujan. Kami menunggu hujan redah setengah jam sambil menyiapkan jas hujan lalu memaksa masuk ke dalam hutan, Langkah kaki kami percepat berupaya agar tiba di lokasi tepat waktu.

pukul enam pagi kami tiba di lokasi, selama dua jam menunggu dua belas kawat tak datang menampakkan dirinya, kembalinya kami hanya mendengar ke arah stik (patahan pohon yang mengering) tempat biasanya dua belas kawat bermain; Sambil berharap burung itu datang, tetapi apa daya tidak sesuai dengan harapan kami, Monique dan Lucie berkata tidak apa-apa kalian sudah berusaha keras kami akan mencoba di lain waktu dan kami akan datang kembali. Yoram dan Yosias lalu tersenyum lalu mengarahkan kami untuk membangun kembali ke homestay, makan pagi sambil bersantai menunggu jemputan mobil untuk kembali ke Baronda Guest House Sorong pagi itu juga.

Hubungi kami jika Anda ingin kami mengatur perjalanan Anda untuk melakukan pengamatan burung!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top